Mau bisnis, Gak cukup modal nekat

Posted by mukhiban On August 31st, 2010 No Comments

Modal nekad nggak sepenuhnya salah Gan
Begitu juga dengan modal kajian, analisis, konsep, visi-misi dan segala hal yang berkaitan dengannya.

Kalo saya liat-liat sih, esensi wirausaha sebenernya ada di keberanian, mental baja dan hati seteguh karang. Nah, yang kayak begini yang lantas sering disalah-kaprahkan sebagai “modal nekad”.

Saya juga sempet lama berkiprah sebagai karyawan Gan bahkan sempet juga duduk di posisi yang relatif cukup senior.
Kebiasaan ngejalanin bisnis orang (sebagai karyawan atau professional) emang seringkali mendorong kita untuk banyak-banyak berkutat dengan hal-hal analitis dan konseptual.
“Kapan BEP-nya yaaa ?”, “Cara penetrasi ke market-nya gimana yaaa ?”, “Meminimalisir resiko-nya gimana yaaa ?”
Kalo biasa bermain di ranah analitis dan konseptual, semua pertanyaan kayak gitu dengan gampangnya bisa kita jawab. Dan jawabannya tetap berada di ranah analitis dan konseptual, bukan praktis. Tanpa adanya keberanian untuk mencoba memulai dan mempraktekkannya, sebagus apapun strategi yang kita bikin di atas kertas, tetep aja belom tentu bisa mengantarkan kita sukses sebagai wirausahawan Gan

Di forbis ini juga udah banyak Gan yang nanya: “Bisnis apa ya yang cocok untuk saya ?”, “Bisnis apa ya yang bisa dijalanin kalo saya cuma punya segini, segitu, dan ini-itu ?”.
Terminologi bagus, cocok, menguntungkan, berpotensi, dan sebagainya itu semuanya relatif Gan.
Cocok bagi wirausahawan yang satu belum tentu cocok bagi yang lain. Menguntungkan bagi wirausahawan yang satu juga belum tentu menguntungkan bagi yang lain. Modal kecil bagi yang satu bisa aja berarti modal gede banget untuk yang lain.

Saya seneng banget ngutip kata-katanya Jaya Setiabudi (Mas J), pencetus teori The Power of Kepepet. Kalo ditanya bisnis apa yang bagus ? Mas J akan jawab: bisnis yang bagus adalah bisnis yang dijalanini atau udah mulai dijalanin. Bukan bisnis yang cuma diomongin, dibahas dan didiskusikan panjang lebar.

Intinya, modal nekad, keberanian, atau apalah namanya, tetep sangat-sangat penting Gan Tapi tetep harus ditambah dengan kemauan dan kesediaan kita untuk belajar menganalisis, belajar konsep bisnis. Plus dibumbui dengan karakter Baja Karang Tembok (mental baja, hati seteguh karang, dan muka setebal tembok).
Satu hal lagi, carilah bisnis yang emang kita seneng Kalo kita udah seneng atau cinta ama satu hal, Insya Allah kita juga nggak susah untuk memperdalam seluk-beluk mengenai hal tersebut.

Sukses selalu yaaa Gan-Agan sekalian…